Rabu, 11 Maret 2015

Saat ini, rumah kitalah syurga kita....

Suatu hari anak saya yang pertama, Bilqis yg usianya belum genap 5 tahun tanya ke aku "bunda-bunda syurga itu seperti apa sih?" Aku diam sejenak buat cari jawaban yang kira-kira bisa dipahami oleh anak seusianya "ehmmm...syurga itu tempat yang sangat indah yang disedian Allah buat kita kalo kita selalu sholihah nak" Bilqis lanjut tanya lagi "emang ada apa bun kok tempatnya indah?" Aku mikir lagi, cari jawaban yang bisa dipahami olehnya "ada permen buanyaaaak, ada playland, ada es krim dan kue tart yang lucu-bentuknya dan rasanya enak nak" Bilqis langsung antusias "waaah...kayak yang dimol itu ya bun?" "Iya" "trus kita boleh main sepuasnya tanpa harus pulang ke rumah ya bun?" "Iya" "waaah kalo gitu aku mau jadi anak sholihah ah biar bisa masuk syurga" aku aaminkan keinginannya sambil bilang "aamiin...insyaAllah ya nak, semoga kita semua sekeluarga bisa berkumpul di syurga nantinya..." dan dia langsung lanjut bermain kembali.
Hri demi hari berlalu, dengan usaha dia meraih syurga Allah mulai dari ngikutin aku sholatlah walopun gak genap rokaatnya, bantuin bunda urusin adiknyalah, rajin baca iqra'lah dan alhamdulillah semua itu bikin aku bahagia sangat.Tapi suatu saat dia tiba-tiba malas mengerjakan hal-hal yang aku sebutkan tadi, lalu aku tanya "kenapa kak kok gak ikutan bunda sholat?" "Males ah bun, masuk syurganya masih lama, capek..." sambil manyun khas anak-anak.Aku tersenyum geli "lhooo kalo capek nanti gak jadi dapet syurga yang indah itu dooong" Bilqis diam sejenak, tapi tiba-tiba mukanya berbinar-binar lagi "eh aku sudah dapat syurga kok bun.."aku bingung sama jawabannya "o ya? dimana?" "Ituuu dari ayah bundaaa...kan dirumah banyak mainan..kadang dibeliin permen walopun gak banyak siih...trus kita juga sering beli es krim...kan itu syurga bun"dari situ aku tertegun dan merenung.Iya yaa...ternyata walopun belum mendapat syurga yang sesungguhnya tapi Allah ternyata sudah memberikan syurga untuk kita dirumah melalui keluarga kita ya? Kenapa selama ini aku tidak pernah berpikir seperti itu? dan Tanpa sengaja diingatkan melalui bidadari kecil penghias syurgaku.Padahal bercanda bersama keluarga kita itulah syurga, tidur kruntelan bersama d satu tempat tidur itulah syurga, makan bersama sambil bercerita itulah syurga, berebut mainan dan acara televisi itulah syurga, serta hal-hal remeh temeh sampai perayaan anniversary kami itulah syurga.Semua kadang terlupa karna keegoisan kami para orang tua yang lupa jika kesenangan-kesenangan ditengah keluarga didalam rumah itulah syurga, sehingga Allah mengingatkannya melalui bidadari kecil kami, bahwa bila kita memang bisa menghargai dan mensyukuri berbagai hal kebaikan yang tercipta dari rumah kita, maka kita akan merasakan syurga.Sooo big thanks ya nak, sudah mengingatkan bunda dengan kepolosanmu bahwa saat ini rumah kitalah syurga kita....dan kamu dengan adik-adikmu adalah bidadari serta malaikat kecilnya ayah bunda...banyak cinta untuk kalian anak sholih dan sholihah aamiin.....^^

Sleman,11 Maret 2015
saat hujan.....

Jumat, 28 November 2014

Thanks GOD!for being me a MOM!

banyak cerita saat memutuskan menjadi seorang mommy,dan oleh anak-anakku aku dipanggil dengan sebutan Bunda (jadi kayaknya sih judul yang tepat Bunda's story ya hehee..tapi gak papa lah,lebih simpel kalo Mom's Story ajah).Suka duka,tawa canda,tangisan,tumplek blek jadi satu dalam setiap alur ceritanya,dan jangan tanya,emosi meluap-luap,amarah,jengkel,sering sekali menghampiri ikut nimbrung setiap harinya,karena aku memang bukan tipe ibu yang lemah gemuali eh lemah lembut ya,puenyabaar tingkat dewa,dan selalu pasang tampang senyum seperti ibu peri walopun anak-anak bertingkah laku menjengkelkan menguras emosi.Jujur aku adalah tipe ibu yang masih suka ngomel-ngomel gak jelas kalo ada barang yang buerantakaaannn........tidak pada tempatnya saat selesai digunakan (tapi ngomelnya sambil beres-beresin tuh barang :D) trus kadang keceplosan tereak kalo sudah out of control ato kadang suka cemberutin suami yang kadangjuga gak tahu permasalahannya apa heheee.Tapi lepas dari itu semua aku tidak pernah berhenti ataupun menyerah untuk terus belajar menjadi ibu yang baik untuk anak-anak,ibu yang berusaha selalu siap saat anak-anak mengeluarkan mantra sakti "bundaaa....aku mau....",ibu yang setia menjadi tempat mendengar cerita anak-anak -lebih tepatnya- ocehan anak - anak karena bahasanya juga masih loncat ke sana kemari belum jelas ujung pangkal ceritanya,dan yang pasti selalu terus berusaha menjadi ibu yang berusaha suabaarrr dan mengurangi omelan-omelan gak jelas karena kecapekan.Tapi begitulah dinamika menjadi seorang ibu,menguras tenaga,pikiran,hati,tapi tetap kalo ditanya menyesal apa tidak?jawabannya adalah TIDAK!bahkan aku selalu berharap agar waktu yang aku lalui bersama anak-anakku -juga suamiku- untuk tidak cepat berlalu,berjalannya lambat saja,sebab menghabiskan waktu detik per detiknya bersama tingkah polah mereka yang usianya memang masih balita-si kakak 4 tahun dan si adek 2 tahun- di tambah sekarang hamil anak ketiga,menjadi sebuah kebahagiaan tersendiri dalam menjalani hari.Aku yakin,saat-saat mereka masih merengek-rengek seperti itu tidaklah lama,sebentar lagi akan berlalu dan yang tersisa adalah kenangan-kenangan lucu yang pasti bakal selalu aku rindu.Mereka akan segera tumbuh dewasa,mandiri,dan lebih banyak menghabiskan waktu bersama dunia mereka.Walopun aku yakin mereka insyaAllah juga akan tetap selalu mengucapkan mantra ajaib "Bundaaa....tolong ini doong..."tapi tidak seintens saat mereka balita seperti ini. So...aku terus mensyukuri nikmatnya repot menjadi seorang ibu,karena buatku itu pertanda aku masih bernafas dan memiliki kehidupan yang sangat bermakna bagi keluarga,dan menjadi ratu bagi keluarga adalah salah satu anugrah berharga yang diberikan oleh Allah SWT buatku.thanks God!for being me a MOM!